Minggu, 31 Maret 2024

mari susun kembali

diri ini terlalu lemah, sehingga pikiran terhambat. perjalanan yang ku mulai di dunia sudah ku lewati dengan kerusakan. rumah yang dibangun, pondasinya tidak selalu kuat. dinding dinding pun roboh satu per satu. mengapa? entah
tapi satu pondasi yang terus bertahan adalah ibu

sedari ku kecil, teriakan dan pukulan selalu saja mengarungi perjalanan yang aku dan saudaraku tempuh. orang memandangku dengan penuh keinginan agar keberuntungan dalam hidupnya seperti ku. namun, ku harap tidak.. karena kacamata yg mereka kenakan hanya untuk jarak jauh. 

keluarga yg ku sebut rumah, benar benar roboh saat usia ku beranjak 18 tahun, kebohongan terbuka satu per satu. rasanya bak orang bodoh, hati ibu yg tegar harus terluka untuk sekian kali, namun ku harap kala itu adalah yang terakhir.

orang terdekat, ku pikir, aku bisa menyematkan gelar untuknya sebagai cinta pertama pun, ternyata menjadi villain dalam kehidupanku, terutama bagi ibu.

dunia kami hancur menjadi kepingan kecil, saat itu kekacauan datang pada pikiran kami masing masing. ibu hanya berusaha baik saat terlihat, namun secara diam ku amati air matanya turun tanpa henti. sedangkan aku? hilang arah, bahkan pergi tanpa pamit, yang sebelumnya tidak pernah ku lakukan. adik laki laki ku? ia selalu sembunyi saat bersua dengan orang, senyum dan tawa nya perlahan pudar, padahal dia adalah anak paling ceria yang pernah ku temui 

perlahan kenangan di dalam rumah yang dahulu diisi empat orang, kami rombak... agar hidup kami mampu berjalan kembali. satu satunya orang yang telah merobohkan dinding rumah tersebut sudah tidak ingin kami ketahui keberadaannya. 

jika ku bilang saat ini sudah membaik, sangat denial, karena rasanya masih terus mencoba. menerima apa yang Tuhan gariskan. 
selalu ku tanya, untuk apa? dan mengapa? 
mengapa hidupku yg sekali ini harus ku hadapi dengan ketidak adilan? padahal yang ku cari hanya ketenangan
masalah datang bergilir dari waktu ke waktu. menyerah? selalu

dengan usia remaja ku saat itu, hidup yang ku jalani rasanya sia sia, kosong.
bagaimana ku harus menemukan apa yang Tuhan mau?
bagaimana ku harus menjalankan yang bukan keinginanku, terus menerus.

marah, teriak saat sendirian, pikiran kalang kabut tidak jelas, mundur berkali kali untuk tidak melanjutkan apa yang sudah dimulai, bahkan tidur pun tidak membuatku sepenuhnya terlelap.
bangun dengan mata sembab sudah menjadi makanan sehari-hari.

namun, dari semua rasa putus asa yang ku lalui, Tuhan yang kumiliki, Allah.
memberi beberapa jawaban agar benakku kembali terbuka.

ada beberapa hal yang tidak kita suka, ada beberapa hal menyenangkan dan menyebalkan dalam satu waktu. dunia diisi dengan berbagai watak dan garis hidup manusia yang berbeda beda. 
kita diciptakan bukan tanpa tujuan.
setelah melalui lamunan berkali kali, ku tau bahwa dunia beserta isinya adalah titipan, ada yang diambil dengan cara menyakitkan sebagai wujud perlindunganNya. 

kacamata manusia dalam memandang masa depan begitu sempit, karena segala wewenang kehidupan bukanlah kita yang mengatur. Allah menyiapkan dengan segala hal yang tidak terduga agar kita memahami bahwa kita di sini bukan pemilik. 

terkadang dunia memang jahat, belum lagi jika bertemu dengan orang-orang yg wataknya tidak sesuai, mendapatkan perasaan tidak dihargai atau bahkan harus bertanggung jawab terhadap apa yang bukan salah kita.

namun, teruslah berjalan untuk melanjutkan apa yang sudah kamu mulai bersama Allah

ada beberapa kutipan dari media dan buku yang ku jadikan motivasi untuk hidup:

"seberat apapun Allah mengujimu, kembalikan padanya dan berlapang dada lah"
"Allah adalah sebaik-baiknya tempat paling indah untuk mengeluh, karena tidak akan pernah diikuti dengan penyesalan"

kalaupun doa kita belum dijawab, jadilah manusia yang sabar menunggu. Dia akan menjawab di waktu yang kita siap dan membutuhkan pada waktunya.
Dulu dalam hidupku di masa SD-SMP selalu saja ku uring-uringan karena teman tulusku cuma dua, hehe..bahkan pernah aku jadi bahan bully. sampai akhirnya ku coba meminta sepanjang waktu, dan dalam hati selalu ku katakan dengan sungguh. Agar Dia memberiku teman teman tulus yang jumlahnya cukup untukku
Allah ngga jawab pada saat itu juga, namun Allah menjawab di saat ku benar benar membutuhkan. atas izin Nya saat rumahku hancur, Allah kuatkan diri ini lewat teman teman yang mampu menyediakan sesuatu yang mereka punya untuk membantuku tetap hidup dengan memperbaiki mental secara perlahan. ada yang menyediakan tempat tinggalnya untuk tempatku berkeluh kesah, ada yang memberiku kesempatan untuk mengobrol dengan bapaknya agar ku dapat merasakan sosok ayah kembali, ada pun yang mencari dan menemaniku untuk memulihkan pikiran saat kabur dari rumah dan mengajakku kembali saat sudah tenang.

Di kuliah ini, aku juga sangat bersyukur bertemu para cewe cewe gila yang membuat perutku mulas dengan segala kerecehan yang ada, setidaknya meskipun ku tak dapat ceritakan bagaimana yang kurasakan sepenuhnya, mereka mampu mengalihkan pikiran kalang kabutku.

teruntuk diriku sendiri... seberat apapun, tetaplah hidup untuk Allah yang ingin kamu hadir dalam dunia yang Dia ciptakan, untuk ibumu yang bahagianya telah dipatahkan oleh orang yang pernah ia cintai... maka buatlah ia bahagia dengan menjalankan apa yang membuatnya tersenyum kembali dan untuk saudara yang selalu kau anggap kecil setiap saat.

"menerima apa yang sudah terjadi, mengikhlaskan apa yang tidak boleh diubah, membenahi apa yang masih boleh diperbaiki"
ikhlas memiliki waktu, karena kita manusia. ikhlas juga proses belajar, dunia adalah tempat kita untuk terus mencari dan memetik ilmu yang Allah sediakan.

"tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do'a" 
Allah memberi kita kesempatan dan tidak membatasi kita dalam meminta, jadi mintalah seluas samudera apa yang kita ingin dengan penuh keyakinan bahwa hal tersebut akan terwujud suatu saat nanti

"hidup bukan tentang mendapatkan apa yang diinginkan saja, namun tentang menghargai apa yang kita miliki"
terkadang, susunan rencana yang kita rancang bisa jadi bertolak belakang dengan yang terjadi. jika ngga sesuai dan dirasa menyakitkan, sembuhkan diri lalu bangkit, ambil hikmah bahwa jika sesuatu tersebut tidak bisa kita miliki padahal sudah diusahakan maksimal, percayalah Allah sedang melindungi.

"bersyukur tentang hal yang sudah kamu punya dan rasakan, menikmati hidup dan bahagia dengan caramu sendiri yang Allah senangi"

"dan orang yang ikhlas meletakkan kening di setiap sujudnya, sebanyak apapun dunia menghancurkan isi hatinya, semuanya akan lekas membaik" 
all need time, progress dan prosesnya lama dan menguras banyak air mata, gapapa. nanti selesai juga, yang penting jangan lupa bilang sama Allah :)

"sesungguhnya jika kita menitipkan sesuatu kepada Allah, pasti Allah jaga dengan baik"
di sini aku belajar, segala kecemasan kita terhadap masa depan cukup kita serahkan sama yang punya kita... jiwa kita adalah kepunyaan Allah, kita hanya dititipi untuk menjalani masa sekarang dengan sebaik baiknya, urusan ke depan cukup di do'akan dan serahkan padaNya, kita ngga tau rahasia besar Allah terhadap hidup manusia manusia yang Dia ciptakan untuk mengisi dunia ini.

"Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah di ambil daripadamu dan Dia akan mengampunimu"
setiap rasa sakit yang kita terima adalah salah satu cara Allah menggugurkan dosa kita yang di hadapan Allah tuh banyaaak, cuma kadang kita sok ngerasa dosa nya dikit aja.

kalo kesel sama orang tua, atau kadang diriku memiliki rasa senang dan sebal dalam satu waktu kepada ibuku, padahal...

"sebelum dia menjadi ibumu, dia juga seorang anak kecil yang senantiasa dijaga oleh orang tuanya"

........
"bumi itu tenang, yang berisik adalah orang-orang yang tidak mencitai takdirnya, mereka hidup di atas bumi Allah namun tidak pernah bersyukur" 
Allah mengurus banyak hal di dunia, makhluk hidup juga bukan manusia aja, so you have grateful for everything... mari belajar sama sama

"manusia yang memulai pagi nya karena dunia, sangat berbeda dengan manusia yang memulai paginya dengan membersamai Allah"

"jadilah kuat untuk semua hal yang membuatmu sedih dan patah. it's okay just say it Qadarullah"

"semua hal dalam hidupmu, mengajarimu sesuatu"

----------
kalo ditanya, keisya iri ga sama anak perempuan yang memiliki sosok ayah? 
denial banget kalo ngga iri, karena itu adalah perasaan manusiawi bagi anak perempuan. tapi tidak semua anak perempuan beruntung mendapat sosok ayah yang dapat mengayomi dan menjadi teladan yang baik bagi anak anaknya.

jika Allah menakdirkan diri ini untuk tidak memiliki keluarga yang utuh, namun masih ada hal yang selalu bisa disyukuri... rumah yang selalu diharapkan menjadi tempat pulang, namun ternyata ngga bisa, kita masih bisa kok bangun lagi nanti, selagi Allah kasih kesempatan buat hidup
sejatinya, rumah kita adalah diri kita sendiri, bagaimana kita bisa terus berpacu untuk ngga nyerah sama hal hal yang bikin kita redup, dan selalu mencoba kembali pada jalan yang benar.

ku akhiri ya... sampai jumpa di tulisan berikutnya!

aku ada kutipan doa yg aku ambil dari media sosial, siapa tau bermanfaat: